PESTA SYUKURAN RENOVASI TUGU OMPU BUNGADAPDAP TURNIP
Oppu Bungadapdap diperkirakan merupakan generasi ke delapan dari Raja Turnip yang pertama kali dating dari Tamba ke Samosir. Oppu Bungadapdap datang merantau ke Janjimaria (sekarang Desa Parbaba dolok) dan diberi huta di sekitar Lumba Saragi oleh saudara kita marga Turnip yang sudah terlebih dahulu tinggal disana. Oppu Bungadapdap memiliki dua istri yaitu boru Sihaloho dan Sitindahon serta memiliki enam keturunan untuk selanjutnya dikenal dengan Oppu Raja Naonom. Akibat keterbatasan lahan, keturunan Oppu Raja Naonom menyebar kebeberapa daerah yaitu Panangkohan, Passur, Simaraek, dan Sebagian tinggal tetap di Lumban Saragi.
Secara definisi Tugu makam adalah sebuah monumen yang digunakan untuk menghormati seseorang atau sekelompok orang yang tubuhnya berada di tempat lain. Pengembangan dan pelestarian tugu makam Op. Bungadapdap bertujuan untuk mengenang serta sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kita para pomparannya terhadap Op Bungadapdap dan Oppu Raja naonom (keturunan Op. Bungadapdap). Proses pengembangan dan pelestarian Tugu Makam juga secara langsung telah membangun komunikasi sesama kita pomparannya diseluruh Indonesia atau bahkan dunia dan secara tidak langsung telah membangun transfer budaya kepada generasi muda sebagai penerus. Kegiatan serupa diharapkan akan berkesinambungan demi pelestarian budaya dan silsilah Turnip pada umumnya dan Bungadapdap pada khususnya.
Pada tahun 1978 Tugu makam Oppu Bungadapdap dibangun. Hampir 40 tahun tidak ada kegiatan atas tambak Oppung kita ini sampai tahun 2018 dimulai renovasi dan perluasan lahan dari yang semula hanya 8 x 12 m2 menjadi 40 x 50 m2 atau sekitar 2000 m2. Saat ini tanah seluas 2000 m2 telah dipatok keliling dan Tambak telah direnovasi dengan luas pagar menjadi 12 x 16 m2.
Readmore..